Sunday, August 18, 2013

What's Wrong?


It is summer, a basketball game in Los Angeles. The team is doing well, and the student section begins a chant, "We're number one! We're number one!" Kenneth sitting nearby. He is puzzled by the cheer. At one point, in the midst of "We're number one!" he rises and yells, "What's wrong with being number two?"
The students look at him. They stop chanting. He sits down, smiling and triumphant.
"Why, Dad?" Kenneth asked.
"Why what?"
"Why people trying to be number one?"
"Because they are too far to go home without winning."
"But, there is nothing wrong with being second."
"And there is nothing wrong with being first," Dad answered, "You know kid, you have to be number one, because no one knows number two," He smiled.


Friday, August 9, 2013

A Basketball Short Story


The park was almost crowded at this hour, Kenneth and his dad were glad. The sound of happy children playing basketball was noisy.
“Dad, can I be a great basketball player?” Kenneth asked.
            “Why do you ask?”
            “Because I can’t touch the rim. I’m short,” Kenneth shrugged.
“That’s why I’m here. Look!”
 Daddy holds Kenneth and put his little hero on his shoulder so Kenneth could reach the hoop.
             “BLAMMM!” Kenneth got easy dunk.
 “Did I look like Kobe Bryant, Dad?” Kenneth laughed and gleamed.

            “Sure! But you’re not the next Kobe Bryant. You’re the next of yourself. You’re great, and you’ll always be,”  He kissed Kenneth.

Friday, August 2, 2013

About The Distance

      Pernah LDR-an kan? Pernah kan? Yowes. Ini ada dua lagu tentang LDR yang kalian harus dengerin! Kalau nggak dengerin aku peluk nanti! Yang pertama adalah The Distance, agak galau gimana gitu. Yang kedua Gresik California, gak galau kok, yang bikin galau ya mungkin karena perasaan kamu sama dia aja.


The Distance 

I just can’t sleep tonight
Waiting something that never come
Oh, God, why this is happened to me
I can’t believe that it was scared to see

Please stay here with me
Sing together til’ the sun greet me
Lets remember our fun memory

The distance, try to kill our love, try to kill our faith
But my struggle is strong enough to hold you.

Time is passing by
But I still can’t sleep
Trying to relax
But its hard to close my eyes

You sit in the corner of my mind
The picture of you was clearly to find
I need you right now!
Cuddling you until the morning comes


The distance, try to kill our love, try to kill our faith
But my struggle is strong enough to hold you.
This silence, hurt and bruised me, stab and broke me
But my struggle is strong enough to hold you.
is strong enough to hold you.

 Download here on my soundcloud https://soundcloud.com/kennyose/the-distance

Gresik California 




I’m just ordinary man, I’m living in Gresik for my whole life
The comfort small town in the world
With humble people note you ever known

I’m a lucky girl in this world
The California reflect the real me
For every shining in the street the Hollywood district
I’m on my own

You don’t know how its feel when my heart in here
I still remember  what our sound in favour dine at night
I feel no lonely when I see you in my dream I still hope you there
I still hope you there with me.

Every morning first when I’m wake up
I always check inbox on my email
Hope there’s new letter from you
The update photograph of you to heal this loss

You don’t know how its feel when my heart in here
I still remember  what our sound in favour dine at night
I feel no lonely when I see you in my dream I still hope you there
I still hope you there with me.

Someday the most awaited day if
Someday I’ll be there and you’ll find me in
Everything you want
Long distance that we have passed will blown away
Someday the most awaited day if
Someday I’ll be there for youuuuuu.
Download here on soundcloud  https://soundcloud.com/kennyose/gresik-california

Wednesday, July 10, 2013

Little Things

Aku senang hari ini bisa berlatih kembali semenjak kekalahan itu. Berhubung Arena basket di sekolah sedang digunakan untuk acara OSIS, terpaksa kami latihan di lapangan luar, lapangan upacara yang lumayan luas, namun tak ada ring basket sehingga kami hanya mendribel bola tanpa berlatih shooting.
Hari ini, tak hanya hatiku saja yang mendung, bahkan langitpun turut merasakan kesedihanku. Langit tampak gelap dan mulai turun monster berkepala tiga dengan sayap yang runcing dan mengerikan, eh nggak ding, langitnya cuman menurunkan tetes-tetes air aja kok.
Hujan pun turun untuk mengeroyok kerak bumi.
“Nunguin hujan reda itu ngebosenin,” ucap Kemal. Ia melepas kaos kaki dan sepatunya, “kenapa kita nggak nikmatin aja apapun keadaannya?” lanjutnya.
“Maksudmu?” tanyaku.
“Ngeluh karena suatu hal itu nggak baik, enjoy lah! Segala sesuatu bakal lebih baik kalau dinikmati kok!”  ia berlari ke tengah lapangan. “Ayo guys hujan-hujanan!” teriaknya pada kami.
Beberapa temanku pun menyusulnya. Mereka merentangkan tangannya dan menengadahkan kepalanya kelangit. Semuanya menikmati dinginnya hujan tanpa beban. Mereka saling mencipratkan air di tanah yang kotor, namun tetap diwarnai oleh tawa.
“Kesedihan itu sama seperti hujan. Bagi beberapa orang, hujan memang menyebalkan. Namun bagi mereka yang tahu cara menikmati hidup, hujan bukanlah masalah,” kata coach sembari matanya tertuju pada teman-temanku yang bermain air di tengah lapangan.
“Tanpa adanya hujan hari ini, kamu mungkin nggak bakal ngelihat canda tawa mereka hari ini. Aku kira hanya kemenangan saja yang bisa membuat mereka tersenyum selepas ini. Tapi aku salah, justru hujan pun bisa membuat mereka begitu bahagia,” coach tersenyum, “aku semakin yakin, kebahagiaan kadang muncul dari hal kecil yang tak pernah kita sadari.”
Aku mulai mengerti. Kesedihan memang tak seharusnya terlalu dipikirkan, harusnya aku mulai berpikir bagaimana menikmati kebahagiaan dan melupakan apa yang membuat senyumku tak melingkar.
“Kenapa masih diam aja?” kata coach.

Aku tersenyum ke arahnya, kemudian aku melepas sepatuku, dan berlari ke arah teman-temanku dan memulai tawa yang tiada habisnya. Aku senang, karena disamping itu, air mataku tersamarkan oleh air hujan. 

Thursday, June 13, 2013

Hold A Piece of The Pain

          
Kita semua pasti pernah ‘hampir’ berhenti memperjuangkan sesuatu karena tak kuat menahan rasa sakit. Ankle misalnya, berapa banyak dari kalian yang berpikir, “Oh, God. It’s hurt! I’m quit!” atau, berapa banyak dari kalian yang tetap berjuang dan berkata, “This injury isn’t the end of the world. I know I’ll be fine”?
                Counting the pain for a while will make it worse. So, what should you do?
                Actually, life is the art of holding the pain, entah itu rasa sakit secara batin, maupun fisik. Ya namanya manusia, pasti ngerasain sakit. Kalau sakitmu cuma biasa-biasa aja, ya bersiap aja kalau suatu hari nanti rasanya luar biasa.  Ada juga yang bilang, “Our body is really the product of our thoughts,” jadi sebenernya rasa sakit itu kalau semakin dipikirin ya bakal semakin sakit.  Kalau sakit ya jangan mikir sakit. Terus mikir apa? Mikirin aku aja.
                Banyak hal yang menyenangkan buat dilakuin. Saking banyaknya, ada buku yang berjudul 14.000 Things To Be Happy About. Yang harus kamu lakuin adalah, temukan hal kecil yang ngebuat kamu bahagia. Jangan hal besar, hal kecil aja dulu. Seperti, kalau kamu gak bisa main basket karena kakimu cidera, ya main aja di PS atau android, nonton pertandingan NBA di TV, atau nonton langsung ke DBL Arena karena barangkali aja pas pulang dapet gebetan. Iya, barangkali. Yang penting, make everyday count. Appreciate every moment, karena diluar sana pasti ada seseorang yang berharap bahwa hidupnya bakal seberuntung hidup kamu.
                Cidera bukan akhir dari segalanya. Akhir dari segalanya itu kalau kamu sendiri yang memutuskan buat berhenti. Kalau bukan karena adanya rasa sakit seperti cidera itu, hidup nggak ada seninya alias straight, flat road to nowhere. Kalau hidup mulus-mulus aja tanpa rasa sakit, it would be safe and comfortable. Enak sih hidup kayak gitu, tapi itu cuma ngejadiin kamu sebagai manusia yang tumpul.
                Ingat, pemain-pemain yang sukses di lapangan itu cuma orang biasa yang mampu melawan rasa sakit saat berlatih setiap harinya.
“Tapi kan…”                              
Udah, nggak usah tapi-tapian. Tahan aja rasa sakitnya. Rasa sakit hanya sementara, tapi memutuskan untuk berhenti adalah coretan yang bakal terasa selamanya.
We may get knock down, but we don’t have to stay down.


Thursday, May 2, 2013

Waktu


Di ulang tahunku yang ke 17, sahabatku, Andre memberiku sekotak kecil kado yang terbungkus dalam kertas berwarna biru. Tumben sekali dia, biasanya hanya membungkusnya dengan kertas koran seadanya dan membuatku malas membukanya. Kado itu berisi jam tangan yang membuatku makin keren. Jam tangan pemberiannya itu selalu aku pakai untuk menghormatinya, dan untuk menghormati diriku sendiri.
Suatu hari, dia tiba-tiba cerewet mengingatkanku, “Jangan telat latihan deh daripada dihukum lebih kejam sama coach.”
“Aku sih nyoba gak telat, tapi keadaan malah ngebuat aku terpaksa telat.”
Ia menatapku serius, “Kalau aku uda nggak ada lagi, dan gak main lagi, apakah hari ini kamu bakal berusaha tepat waktu?”
Aku hanya menganga tanpa menjawabnya.
Ia beranjak dan meninggalkanku dengan senyuman yang tak seperti biasanya.
Sore itu, ketika matahari masih memamerkan cahaya kuningnya, aku memarkir motorku dan berjalan menuju lapangan basket.
“Tumben gak telat?” sindir Coach.
Aku hanya tersenyum pahit.
“Oh iya, dan tumben si Andre belum dateng?” katanya.
Tiba-tiba handphoneku berdering. Aku mengangkatnya. Mendengarkan seseorang yang sedang bicara diluar sana. Aku mengangguk, perlahan lalu menangis tak percaya. Kemudian aku berlari meninggalkan tempatku berlatih.
Aku menatapnya sambil sesekali mengusap air mataku sendiri yang sengaja aku biarkan tumpah dengan leganya.
Aku melihat jam tangan pemberiannya.
 “Jangan telat, ayo kita latihan,” kataku sambil memegang batu nisannya.
Waktu adalah hal yang kita anggap berharga namun sama sekali tak pernah kita manfaatkan sebaik mungkin, setepat mungkin. Menyesal adalah lawan kita tapi kita malah menganggapnya sebagai kawan. Ah, hidup kadang rumit. Bukan, bukan hidupnya yang rumit, tapi manusianya yang bikin rumit.
Ah udahlah. Hargai saja waktumu sebelum Tuhan mengambilnya.

Friday, April 19, 2013

Injury Never Stop Me



I’m enjoying my life and suddenly something hurts arround my shoulder. The result of the x-ray makes me surrender. I’m on my knees.
I saw them playing basketball. I saw them smile. I saw them laugh. I saw the happiness on them, and I just sat inside of the court, doing nothing.
My friend texted me, “What’s wrong with you?”
“Everything was wrong. I can’t play basketball anymore.”
“It’s just for 6 months and you will be in the court again with me. Cheer up! It’s not the end of the world.”
“I should hope not but 6 month makes me die.”
He doesn’t reply my last text. Suddenly, I catch them in front of my house.
“What are you doing here?”
“Where is your notebook?” he asked.
“For what?”
“Where is your notebook?” he said with a frown.
“In my room.”
He walks into my room. Opened my notebook and ten minutes later, he smiles.
“TARAAAA! You can play basketball again,” he said.
“NBA game?”
“Yes!”
“I never thought about it.”
“Is there anything else I can do for you?” he gives me a cool smile.
Injury makes you sick, but friendship makes you feel great!